Jika Ingin Tahu Sifat Asli Sahabat Mu? Coba Ajak Dia Naik Gunung

Jika Ingin Tahu Sifat Asli Sahabat Mu? Coba Ajak Dia Naik Gunung
29 agustus 2014 (ranukumbolo, semeru)

Apakah kamu berpikir sahabat kamu adalah teman yang sempurna? Ajak saja naik ke gunung, niscaya sifat-sifatnya yang paling asli pun akan terungkap.

Banyak orang yang bilang, naik gunung adalah salah satu cara untuk mengungkap sifat asli seseorang. Seseorang akan mengeluarkan sifat aslinya bila dalam kondisi kepepet, kesusahan, atau sedang jauh dari zona nyamannya.

Itu pula yang akan traveler lihat, ketika mengajak teman naik gunung, atau berpetualang ke alam liar. Meski sudah berstatus teman atau sahabat selama bertahun-tahun, terkadang kita akan dikagetkan dengan sifat asli sahabat yang baru terungkap ketika sedang bertualang bersama di hutan.

detikTravel (Jejakkaumkusam) pun mewawancarai beberapa orang traveler yang punya kisah seru tentang naik gunung bersama sahabat. Seperti misalnya Indra Maulana (26), yang baru bulan lalu naik Gunung Semeru bersama dengan beberapa orang sahabatnya. Setelah sekian lama berteman, Indra baru tahu kalau sahabatnya adalah orang yang sangat jorok.

"Ya, biasanya jorok juga, tapi nggak sejorok yang kemarin. Masa dia buang air di dekat tenda, kan bau. Akhirnya kita marahin ramai-ramai. Setelah itu, dia janji nggak akan jorok lagi," ujar Indra kepada detikTravel (Jejakkaumkusam), Kamis (22/9/2016).

Lain cerita Indra, lain pula pengalaman Winda (23) yang pernah naik gunung bersama dengan sahabatnya. Saat naik Gunung Papandayan bareng, Winda baru mengetahui karakter asli sahabatnya, yaitu cukup egois.

"Egonya cukup tinggi. Maunya menang sendiri, duluan di depan. Tapi sebenarnya dia baik kok. Mungkin itu bagian dari karakternya dia yang kompetitif dan nggak suka kalah," kata Winda.

Meski punya sifat-sifat asli yang tak terduga dan baru terungkap saat naik gunung bareng, tapi Winda dan Indra masih bisa menolerir sifat dari sahabatnya tersebut. Menurut mereka, sifat tersebut hanya naluri alamiah manusia ketika berada di alam.

"Ya sampai saat ini masih temenan kok, masih wajar kalau menurut saya. Lagian kita sudah temenan bertahun-tahun. Bisa sedikit dimaklumi lah," kata Winda.

Memang benar sifat asli manusia bisa ditutup-tutupi dengan kepura-puraan, namun bukan berarti pertemanan bertahun-tahun harus bubar hanya karena luapan ekspresi sesaat saja. Justru baik dan buruknya sifat sahabat kita harus diterima, karena persahabatan itu sejatinya saling melengkapi satu sama lain.


Source: Detiktravel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliah ke jerman dengan beasiswa DAAD

Fiona Fung - Proud Of You